Wahai para umat pembaca blog ini, siapakah
diantara kalian yang tidak suka pada diskonan ?? Saya rasa tidak ada. Kalaupun
ada mungkin dia tidak punya uang untuk beli barang yang didiskon.
Saya sendiri merupakan tipe orang yang
malas-malas rajin dalam mencari diskon atau sesuatu yang dipotong (harganya).
Karena biasanya saya memang cari yang sudah murah :v #kere kalau gak gitu saya
cari sesuatu yang sudah jelas diskonnya (tanpa embel-embel *syarat dan
ketentuan berlaku*). Itu dalam hal shopping secara fisik.
ARTIKEL INI TIDAK DISPONSORI OLEH PIHAK MANAPUN.
KALAU ADA YANG MAU SPONSOR SAYA TERIMA DENGAN SENANG HATI :p
Kalau dalam hal online, disini dalam konteks
belanja online. Saya lebih suka berbelanja disini (serius, bukan sponsor ini)
karena saya bisa memilih tokonya dengan harga yang tentunya bisa cari mana yang
murah. Sesuai dengan tagline dari toko tersebut, “Mall Online Terbesar di
Indonesia”. Saya akhirnya tidak skeptis lagi tentang belanja online karena ada
fitur yang akrab dipanggil rekber. Jadi walaupun doi mau tipu-tipu gak bisa
juga, itu yang membuat saya merasa nyaman dan aman #baper. Satu lagi yang saya
suka dari toko online ini adalah bisa bayar di minimarket :D jadi gak usah
bolak-balik ke Bank.
Kalau udah online, tak lepas dari yang namanya
gadget. Apalagi yang namanya Android itu, udah menjamur dimana-mana dari anak
kecil sampe manula semuanya pegang gadget. Pasti kalau yang punya Android, pas
jalan-jalan di PlayStore pernah liat aplikasi bagus yang bayar, dan itu bagus.
Kita pingin punya. Disinilah jiwa konsumtif manusia teruji.
PlayStore menyediakan beberapa metode
pembayaran antara lain pake kartu kredit, redeem Google Play Gift Card (gak tau
masih ada apa kaga), sama bayar pake pulsa. Nahh ini, dengan metode bayar pake
pulsa jiwa konsumtif manusia kembali di uji. Untuk sementara ini yang bisa
bayar pake pulsa adalah operator merah, biru, dan kuning.
Nah, kampretnya developer aplikasi adalah dia
membuat aplikasi bagus dengan disisipi iklan yang mengganggu. Ya okelah, saya
paham para om developer ya butuh makan untuk menyambung hidup dan menafkahi
keluarga mereka. Saya juga sebagai content creator juga menyukai iklan dan
sponsor, karena dari merekalah kita makan. Tapi ya mbok jangan ngageti iklannya. Enak-enak main eh ada pop up iklan,
kan mengganggu juga..
Yang kedua, mereka membuat aplikasi yang
freemium. Disini, jiwa konsumtif (kembali) di uji. Sebelumnya saya jelaskan
secara singkat, apa itu freemium. Freemium terdiri dari 2 kata: Free dan
Premium. Maksudnya adalah, Aplikasi tersebut awalnya free. Tapi untuk menikmati
beberapa fitur lebih, kita diharuskan membayar beberapa uang untuk menikmati
fitur tersebut.
Biasanya yang freemium adalah game, kaya
Pokemon GO. Kalau kita kehabisan pokeball atau pengen beli ‘jamu’ untuk
ngelemesin si monster, kita harus beli item itu dengan harga yang ditentukan.
Ada lagi kaya aplikasi security kaya Lockwatch yang bisa ngebantu nyari hape
yang hilang dibawa kenangan masa lalu.
Kali ini iman saya diuji. Pertengahan Agustus
lalu, saya dapet email dari Spotify. Dia ngirimin gambar yang bertuliskan:
3 bulan hanya seharga Rp 4.990
Buset dah! Tanpa pikir panjang langsung saya
klik tombol pink dibawahnya untuk langganan Spotify Premium seharga Rp 4.990.
Disini, saya selalu bingung. Kenapa mereka kok memberi harga yang nanggung, kok
gak langsung ngomong 5 rebu. Pake angka 99x segala. Yuk lanjut, setelah di klik
itu saya diarahkan menuju jalan yang benar, menuju petunjuk Ilahi
website pembayaran Spotify. Saya pikir hanya bisa dibayar pakai kartu kredit.
EH TERNYATA BISA BAYAR PAKE DOKU atau
bisa langsung ke ALFAMART. Ini yang saya suka :D Tanpa pikir panjang langsung
saya pilih opsi bayar di Alfamart (sebenernya gak di Alfamart doang, bisa di
Lawson atau Alfamidi) tapi hari itu gak sempat, akhirnya saya bayar esok hari.
Keesokan harinya, sepulang sekolah saya
nyamperin Alfamidi sebelah sekolah dan langsung nyamperin mbak dikasir dan minta
pin bb ngomong kalau mau bayar DOKU. Dan si mba-mba nya ini gak ngerti.
Akhirnya saya bombing dengan halus dan lembut, apa yang harus dilakukan mba nya
ini. Nggak, saya bukan mantan pegawai disana. Tapi karena waktu pembayaran ini,
kita diberikan instruksi gimana cara pembayaran tunainya. Jaga-jaga kalau mbak Alfanya
gak tau kaya kasus tadi. Setelah mengisi token tadi, akhirnya saya bayar
sebesar 10 ribu. Lho kok 10 ribu ? Ya memang gitu, waktu pembayaran udah
dijelaskan, bawah promo Rp 4.990 itu hanya berlaku kalau bayar pake kartu
kredit. Sempet nyesel sih, tapi setelah mikir-mikir lagi, ya gakpapa lah
lumayan juga 10 ribu 3 bulan, daripada sebulan 50 ribu :v #KereHematBedaTipis.
Sepulang bayar dari Alfamidi, tak perlu
menunggu sampe doi peka, langsung saya dapet email dari Spotify tentang
kwitansi online itu. Dan saat saya buka aplikasi Spotify-nya (dari PC) dan
Voilaaa, ada tulisan premium di title bar :D. Akhirnya saya bisa play musik
tanpa iklan, bisa gonta-ganti sesuka hati. Kalau di PC sih yang kerasa cuma
tanpa iklan. Begitu di hape, semua fiturnya kerasa banget. Jadi pengen nerusin untuk bulan ke-4 :v #LemahIman
So, itu tadi pengalaman mencari diskon ala saya.
Kalau kamu ? ceritakan di kolom komentar atau tulis di blogmu. Pesan moral dari
episode kali ini adalah: Jagalah mata, hati, pikiran dan dompet, ketika
memasukki kawasan diskon. Karena otak kosong dan dompet penuh lebih berbahaya
dari godaan mantan. Sekian dulu godaan dari saya. Terimakasih dan Ciao!

sepertinya lagi banyak yang suka spotify yah? :D
ReplyDeleteaku mau nyobain ah
Coba aja mas, biar kekinian.
Deletemumpung masih diskon lho wkwk