Halo man temans, kembali lagi dalam tulisan absurd ini. Disini saya akan sedikit curhat tentang betapa zaman ini telah maju begitu pesatnya. Walaupun saya lahir di generasi Milenium atau sudah angkatan 2000 ke atas, tapi saya berjiwa tua. (Mungkin keseringan kumpul dengan yang lebih tua kali yak :v)
Saya akan bercerita dalam opini pribadi saya, betapa menakjubkannya perkembangan teknologi yang telah terjadi. Memang, segala sesuatu pasti ada plus minusnya. Sama halnya dengan teknologi ini, dizaman ini semuanya memang sudah instan. Semuaanya instan, mulai dari Mie Instan yang legendaris itu, kemudian ada lagi Kopi Instan yang tinggal seduh, tanpa melalui proses petik biji kopi, terus disangrai, ditumbuk, kemudian baru bisa dituang aer. Bahkan dari fashion pun banyak yang serba Instan, di dunia fotografi juga ada Kamera Instan yang gambarnya bisa langsung jadi, atau akrab dengan yang kita kenal dengan Polaroid/Instax. Hingga yang sebenernya sudah ada sejak lama, tetapi baru saya rasakan beberapa menit yang lalu adalah Pembayaran Instan. GOKILZ.
Memang sekarang ini segala sesuatu yang instan itu menyenangkan, karena hemat waktu, biaya, tenaga. Sehingga bisa membuat produktivitas kita meningkat, lebih banyak melakukan hal dalam waktu yang sama. Tidak lain dan tidak bukan, ini semua diakibatkan karena perkembangan Internet semakin hari tambah cepat. Bayangkan, dulu pada era 90an (info didapet dari wawancara saya bersama orang generasi lama yang mengalami masa remaja pada era 90an, berarti lahir tahun 80an lah) KARTU PERDANA itu adalah sebuah barang mahal, apalagi henponya. Bujeet bisa muahal padahal item putih doang, ato bahasa kerennya MONOKROM (Saya gak ngomongin lagunya Tulus) berbanding terbalik dengan sekarang, hanya dengan Rp 3000,- kita bisa dapet kartu perdana dengan pulsa 3000 WOW menakjubkan.
Sama halnya dengan internet, dulu internet merupakan barang mahal. Sekarang, ibu-ibu rumah tangga aja bisa browsing resep masakan, anak esde udah bisa bbm-an. WOW, semua terasa mudah dan murah. Tentu saja berkat teknologi
Tetapi, dibalik semua kepraktisan itu. Kita kehilangan esensi sesungguhnya dari sebuah mendapatkan barang, kita jadi sedikit effortnya, atau perjuangannya kurang lah.. Dulu kalau mau pergi naek kereta, udah harus jauh-jauh hari ke stasiun, sekarang bisa pesen lewat toko online bruhhh. Malahan ditempat saya udah jarang yang naik kereta. Mereka lebih memlih untuk naik taksi/ojek online. Sayapun juga naik ini, karena memang memudahkan hidup. Jadi, Why not gitu lho.
Memang, ada beberapa perubahan yang mau tak mau, sudi tak sudi harus dilakukan. Kalau gak gitu kita nanti ketinggalan zaman dong, dibilang kudet. Tapi, ada kalanya kita antimainstream terhadap suatu hal. Seperti contohnya, saya sendiri. Saya mulai suka foto pake kamera analog yang masih pake film. Yang harus repot ngatur secara manual, harus beli film dulu, setelah moto harus dicuci baru kita bisa liat. Ingat, bolehlah kalian antimainstream, tapi janganlah kalian merepotkan orang lain dan diri kalian sendiri. Ingat itu.
Kembali lagi ke pembayaran instan, topik utama yang menimbulkan inspirasi untuk mengetik ini. Sebelumnya, perlu diingatkan bahwa saya gak dibayar oleh toko itu, oleh bank itu, dan oleh online marketplace itu, Murni pengalaman dan pendapat saya sendiri.
Lanjut, barusan aja saya beli case untuk smartphone saya via toko online. Saya biasanya bayar lewat salahsatu minimarket, yang namanya menggunakan bulan ini. Tadi, saya sempet iseng-iseng mau coba instant payment pake akun Klik BCA eh ternyata gampang banget, sumpeh, tinggal insert username akun ebanking, terus nanti dikasih instruksi. Pertamanya saya kaget, waduh token saya ketinggalan nih. EHH Ternyata si Tokopedia ini baik hati, ngasih tenggang waktu sampe 2 hari. Which is artinya, besok pagi bisa saya bayar dan barang dikirim, besoknya saya terima. Karena lokasi seller pun di Surabaya. Hehehe, kenapa nggak COD ? Kalau COD itu ujung-ujungnya, harga yang kita beli sama effortnya gak seimbang. Harga barang 60 rebu, eh ke Surabaya bawa mobil belum ama bensin, parkir, makan, dan lain sebagainya. Jadi, selama teknologi membantu kita ? Why not.
Sip gak tuh, jadi ini tulisan untuk hari ini. Seperti biasa saya akan berikan quote untuk memberikan benang merah untuk yang saya tulis:
Gunakanlah teknologi dengan bijak, jangan sampai anda yang digunakan oleh teknologi.
Sekian hari ini, sampai jumpa di curhat lainnya. Ciao!

haha, dulu aku juga gitu nat
ReplyDeletesering banget belanja online
kalo sekarang sih agak ngerem
Iya, emang sebaiknya begitu. Belanja online nyeremin soalnya, kalau gak kuat iman rekening bisa bersih
Deletewekeke, sepertinya kamu pengalaman rekening bersih yah? :D
DeletePernah. Bersih abis wkwk
Delete